Kamis, 17 September 2015

PRAKTEK SEBELUM UTS


Resep DESSERTS ala rumahan

            Menurut sejarahnya, dessert adalah makanan penutup. Dessert berasal dari bahasa Inggris dan desservir dari bahasa Prancis kuno. Hidangan penutup merupakan bagian standar dari makanan barat pada abad ke 19.  Pada saat itu, dessert hanya berupa permen dan manisan buah.  Akan tetapi ketika gula menjadi lebih murah dan mudah diperoleh, maka perkembangan dan popularitas makanan penutup atau dessert  semakin menjadi lebih terkenal.

Hidangan penutup atau dessert terdiri dari makanan yang manis manis, meskipun ada beberapa makanan yang memiliki cita rasa yang kuat seperti keju. Dessert biasannya disetting informal dan sangat menarik..

Makanan penutup ( desserts ) merupakan makanan yang hampir semua orang menyukainya karena selain rasanya manis juga penampilannya sangat menarik. Untuk itu saya di sini akan memberikan resep-resep desserts yang sangat gampang di buat sendiri dan bisa di jadikan sebagai bahan usaha kecil-kecilan.

1.      Bolu gula merah (tiwul)

 


*      Alat dan bahan :

-          Mixer

-          Cetakan kue

-          Panci sedang

-          Pisau

-          Kain serbet

-          Wadah/baskom

-          Gula merah secukupnya

-          1 gelas Minyak goreng

-          1/2 sendok TBM (pengembang kue)

-          5 butir telur ayam

-          1/4 kg tepung terigu

-          1 bungkus panili

-          250ml santan kental

 

*      Cara membuat :

-          Iris tipis-tipis gula merah sampai halus agar tidak lama dalam proses pengocokan.

-          Masukakan telur, gula merah, TBM , panili kedalam wadah yang sudah di sediakan . Kocok hingga mengembang  ±15 menit.

-          Lalu, campurkan terigu kedalam adonan.

-          Setelah tercampur merata , tambahkan santan dan minyak goreng aduk sampai adonan mengental.

-          Sambil menunggu adonan tercampur, didihkan air di dalam panci lalu lumuri cetakan kue dengan minyak goreng hanya sedikit saja , agar kue tidak menempel pada cetakan.

-          Masukkan cetakkan kue kedalam panci yang airnya sudah mendidih , bungkus tutup panci dengan kain yang bersih. Tunggu ±2 menit.

-          Masukkan adonan kedalam cetakan kue hanya ¼ dari cetakan kue tutup kembali dan tunggu hingga mengembang.

-          Setelah mengembang tuangkan lagi sedikit demi sedikit. Menuangkan adonan jangan sekaligus karena dapat berpengaruh terhadap berkembangnya kue. Buat adonan 3x menuang kedalam cetakan kue.

-          Setelah adonan dalam cetakan penuh dan mengembang , siapkan piring saji lalu pindahkan kue dari dalam cetakan kedalam piring tersebut. Kue siap di santap.

 

2.      Puding Roti Tawar

 


*           Bahan :

1.      300 ml Susu cair kisaran

2.      ¼ sdt  Bubuk vanili

3.      30 gram Margarin/butter sebanyak (yang sudah dicairkan)

4.      30 gram potongan buah – buahan segar (semangka, apel dll) atau bisa juga kismis, kurma dan sebagainya

5.      50 gram Gula pasir

6.      5 lembar Roti tawar (sudah dihilangkan kulitnya)

7.      3 butir telur (sudah dikocok lepas)

*           Cara membuat:

1.      Campurkan beberapa bahan dasar seperti vanili, susu cair 300 ml dan gula pasir 50 gram ke dalam panci. Lalu rebus sampai mendidih dan jangan lupa untuk diaduk terus menerus agar larut semuanya.

2.      Kemudian masukkan roti tawar ke dalam adonan tadi sambil diaduk kembali. Biarkan kurang lebih 30 menit untuk memastikan bahwa rotinya hancur lebur dan lembut.

3.      Selanjutnya,masukkan lagi kocokan 3 butir telur yang sudah disiapakn sebelumnya ke adonan. Tambahkan margarine cair 30 gram lalu aduk lagi agar merata secara keseluruhan.

4.      Langkah keempat, siapkan loyang atau cetakan yang sudah dibasahi margarine (tujuanya agar tidak lengket)

5.      Setelah adonan benar – benar mendidih, angkat lalu aduk sebentar untuk menghilangkan uapnya. Tuang ke cetakan (loyang) sampai prosenya selesai. Saatnya kukus adonan tersebut selama 5 menit.

6.      Setelah itu, taburi beberapa buah segar atau coklat, keju, kurma maupun kismis di atas adonan puding. Lalu kukus kembali selama 20 menit sampai matang secara sempurna. Jika sudah matang boleh didinginkan dalam lemari es atau langsung disajikan.

3.         Red Velvet Cake

 Bahan red velvet cake
250 gram Tepung terigu (diayak)
1/2 sdt Garam
15 gram Coklat bubuk
113 gram Mentega
300 gram Gula pasir
2 butir Telur ayam
1 sdt Vanili ekstrak
240 ml Buttermilk
2 sdm Pewarna makanan merah
1 sdt Baking soda

*      Cara membuat :

- Masukkan mentega dan gula, kocok hingga halus. Tambahkan vanili serta telur, kemudian kocok adonan hingga merata.
- Masukkan pewarna merah serta susu secara perlahan, lalu tuangkan sedikit demi sedikit tepung terigu.
- Campurkan baking soda dan cuka, lalu tuangkan ke dalam adonan tepung tadi. Aduk kembali hingga merata.
- Masukkan adonan ke dalam cetakan atau loyang, lalu panggang di dalam oven menggunakan suhu 180 C selama lebih kurang 30 menit.

- Red velvet siap di hidangkan.

4. Bubur Sumsum

*      Bahan :

900 ml
santan encer
5 sdm munjung
tepung beras
1 sdt
garam

Saus :

300 g
gula merah, sisir
50 ml
air
2 lbr
daun pandan
4 sdm
gula pasir

 

*      Cara membuat :

-          saus: rebus bahan saus dengan api kecil,sampai gula larut dan mengental. Saring

-          campurkan santan,tepung beras dan garam. aduk rata. masak di api sedang sambil terus diaduk sampai terasa berat. kecilkan api,lanjutkan mengaduk sampai meletup letup.

-          Masukan bubur yang sudah siap ke dalam mangkuk , lalu tuangkan saus . bubur sumsum siap di santap.

Itu adalah beberapa resep yang bias di sampaikan , mudah-mudahan bermanfaat dan nggak bikin ngiler :D.. tolooong di coba yaaa di rumah.. TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA :)

Minggu, 23 Agustus 2015


SANGKURIANG 


 
Awalnya diceritakan di kahyangan ada sepasang dewa dan dewi yang berbuat kesalahan, maka oleh Sang Hyang Tunggal mereka dikutuk turun ke bumi dalam wujud hewan. Sang dewi berubah menjadi babi hutan (celeng) bernama celeng Wayung Hyang, sedangkan sang dewa berubah menjadi anjing bernama si Tumang. Mereka harus turun ke bumi menjalankan hukuman dan bertapa mohon pengampunan agar dapat kembali ke wujudnya menjadi dewa-dewi kembali.
Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara tengah pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan), dalam versi lain disebutkan air kemih sang raja tertampung dalam batok kelapa. Seekor babi hutan betina bernama Celeng Wayung Hyang yang tengah bertapa sedang kehausan, ia kemudian tanpa sengaja meminum air seni sang raja tadi. Wayung Hyang secara ajaib hamil dan melahirkan seorang bayi yang cantik, karena pada dasarnya ia adalah seorang dewi. Bayi cantik itu ditemukan di tengah hutan oleh sang raja yang tidak menyadari bahwa ia adalah putrinya. Bayi perempuan itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis yang amat cantik jelita. Banyak para raja dan pangeran yang ingin meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima.
Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Dayang Sumbi pun atas permintaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik menenun kain, torompong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah bale-bale. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya, jika perempuan akan dijadikan saudarinya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Akibat perkataannya itu Dayang Sumbi harus memegang teguh persumpahan dan janjinya, maka ia pun harus menikahi si Tumang. Karena malu, kerajaan mengasingkan Dayang Sumbi ke hutan untuk hidup hanya ditemani si Tumang. Pada malam bulan purnama, si Tumang dapat kembali ke wujud aslinya sebagai dewa yang tampan, Dayang Sumbi mengira ia bermimpi bercumbu dengan dewa yang tampan yang sesungguhnya adalah wujud asli si Tumang. Maka Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang tumbuh menjadi anak yang kuat dan tampan.
Suatu ketika Dayang Sumbi tengah mengidamkan makan hati menjangan, maka ia memerintahkan Sangkuriang ditemani si Tumang untuk berburu ke hutan. Setelah sekian lama Sangkuriang berburu, tetapi tidak nampak hewan buruan seekorpun. Hingga akhirnya Sangkuriang melihat seekor babi hutan yang gemuk melarikan diri. Sangkuriang menyuruh si Tumang untuk mengejar babi hutan yang ternyata adalah Celeng Wayung Hyang. Karena si Tumang mengenali Celeng Wayung Hyang adalah nenek dari Sangkuriang sendiri maka si Tumang tidak menurut. Karena kesal Sangkuriang menakut-nakuti si Tumang dengan panah, akan tetapi secara tak sengaja anak panah terlepas dan si Tumang terbunuh tertusuk anak panah. Sangkuriang bingung, lalu karena tak dapat hewan buruan maka Sangkuriang pun menyembelih tubuh si Tumang dan mengambil hatinya. Hati si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah hati si Tumang, suaminya sendiri, maka kemarahannya pun memuncak serta-merta kepala Sangkuriang dipukul dengan sendok yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga terluka.


Sangkuriang ketakutan dan lari meninggalkan rumah. Dayang Sumbi yang menyesali perbuatannya telah mengusir anaknya, mencari dan memanggil-manggil Sangkuriang ke hutan memohonnya untuk segera pulang, akan tetapi Sangkuriang telah pergi. Dayang Sumbi sangat sedih dan memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar kelak dipertemukan kembali dengan anaknya. Untuk itu Dayang Sumbi menjalankan tapa dan laku hanya memakan tumbuh-tumbuhan dan sayuran mentah (lalapan). Sangkuriang sendiri pergi mengembara mengelilingi dunia. Sangkuriang pergi berguru kepada banyak pertapa sakti, sehingga Sangkuriang kini bukan bocah lagi, tetapi telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang kuat, sakti, dan gagah perkasa. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenali bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi - ibunya. Karena Dayang Sumbi melakukan tapa dan laku hanya memakan tanaman mentah, maka Dayang Sumbi menjadi tetap cantik dan awet muda. Dayang Sumbi pun mulanya tidak menyadari bahwa sang ksatria tampan itu adalah putranya sendiri. Lalu kedua insan itu berkasih mesra. Saat Sangkuriang tengah bersandar mesra dan Dayang Sumbi menyisir rambut Sangkuriang, tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah putranya, dengan tanda luka di kepalanya, bekas pukulan sendok Dayang Sumbi. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi sekuat tenaga berusaha untuk menolak. Maka ia pun bersiasat untuk menentukan syarat pinangan yang tak mungkin dipenuhi Sangkuriang. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.
Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung Bukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan menjadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang (makhluk halus), bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar niat Sangkuriang tidak terlaksana. Dayang Sumbi menebarkan helai kain boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), maka kain putih itu bercahaya bagai fajar yang merekah di ufuk timur. Para guriang makhluk halus anak buah Sangkuriang ketakutan karena mengira hari mulai pagi, maka merekapun lari menghilang bersembunyi di dalam tanah. Karena gagal memenuhi syarat Dayang Sumbi, Sangkuriang menjadi gusar dan mengamuk. Di puncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang lari menghindari kejaran anaknya yang telah kehilangan akal sehatnya itu. Dayang Sumbi hampir tertangkap oleh Sangkuriang di Gunung Putri dan ia pun memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar menyelamatkannya, maka Dayang Sumbi pun berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).